forex trading logo

Potensi & Investasi

LINK SKPD

blh sigi

PU SIGI

UPT PAM SIGI

Agenda & Event

There are no events at this time
Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Croatian English French German Hebrew Hungarian Irish Italian Japanese Malay Romanian Russian Spanish Swedish Thai Turkish Vietnamese
Pemkab Sigi bangun sistem alternatif layani masyarakat terpencil PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Wednesday, 14 December 2011 00:00

PALU:  Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akan membangun sistem pelayanan alternatif sebagai terobosan untuk memenuhi hak-hak dasar sebagian warganya yang terisolir dan tersebar di wilayah terpencil.

Aswadin Randalembah, Bupati Sigi mengatakan sistem layanan tersebut diharapkan mendukung setiap upaya alternatif pemenuhan hak-hak dasar bagi warga terisolir yang banyak terdapat di wilayahnya.

"Sebagai langkah awal, kami akan melakukan penelitian terutama di dataran tinggi Pipikora yang mencakup tiga Desa yakni Desa Porelele, Lone Basa dan Lawe Kabupaten Sigi," ujarnya hari ini.

Menurut Aswadin, Kabupaten Sigi memiliki populasi penduduk sebanyak 219.779 jiwa yang tersebar di 156 desa dan 15 kecamatan dengan luas wilayah 5.196,02 km persegi.

Adapun Kabupaten Sigi sendiri memiliki banyak wilayah-wilayah yang masih jauh dari akses pelayanan dikarenakan kondisi geografis wilayah yang banyak pegunungan. Sebut saja wilayah Pipikoro yang memiliki 13 desa dengan jumlah penduduk 7.761 jiwa.

Sementara itu, permukiman penduduk di wilayah ini umumnya terpencar-pencar, yang ditandai dengan banyaknya unit-unit permukiman di pegunungan.

Menurutnya, bersumber dari studi tersebut maka pihaknya akan mencari terobosan untuk memecahkan berbagai persoalan terhambatnya layanan masyarakat di banyak wilayah di Sigi tersebut.

Dia mencontohkan masih banyak warga perdesaan yang belum mengenyam pendidikan termasuk pelayanan kesehatan yang merupakan hak dasar bagi warga, belum lagi infrastruktur seperti sekolah dan puskesmas yang juga masih sangat kurang.

“Aksebilitas yang buruk dan pola permukiman yang terpencar-pencar di wilayah ini menyebabkan upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Sigi terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan usaha ekonomi menjadi sulit untuk dipenuhi dengan cara-cara konvensional,” ungkap Satrianto, salah satu anggota perkumpulan Karsa yang selama ini aktif mendampingi komunitas masyarakat di wilayah terisolir.(api)

 


© 2011 Bagian Humas & Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi. Jln. Trans Palu-palolo KM 14 Sidera Telp:(0451)4791666 e-Mail: info@sigikab.go.id.