Workshop Konsultasi Publik Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sigi FRORP-DRRLC

SIGI - Pjs.Bupati Sigi Sisliandy, S.STP., M.Si, membuka secara resmi Workshop Konsultasi Publik Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sigi FRORP-DRRLC (Fostering The Roll Of Religious Place In Disaster Risk Reduction And Livelihood Convergence), yang dilaksanakan disalah satu hotel di kota Palu, pada Kamis, 26 November 2020.
Country Directur Islamic Relief World Wide (Nanang S Dirja) dalam sambutannya melalui Zoom mengatakan bahwa Islamic Relief hadir di Sulawesi Tengah tiga (3) hari pasca bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi pada bulan september 2018. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu mencakup kegiatan tanggap bencana,data transisi pada saat pemulihan dan saat ini sedang berpartisipasi pada kegiatan pemulihan. Pada masa pemulihan Islamic Relief sudah memulai kegiatan program pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sigi.
 
 
Ada tiga komponen yang dilakukan yaitu pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana yang berbasis masyarakat yang mencakup kesiap-siagaan, analisa risiko berbasis masyarakat, analisa kerentanan, penyusunan rencana penangguhan bencana dibasis masyarakat, rencana aksi didalam masyarakat, dan yang utama pada kegiatan pengurangan risiko bencana ini ada komponen pendekatan keagamaannya. Kegiatan penguatan ekonomi dalam masyarakat dan pada kegiatan ini Islamic relief berharap akan menjadi model atau contoh yang cukup baik,penguatan dilevel kabupaten dengan bekerjasama dengan BPBD dan lembaga terkait
Ia mengajak stacholder terkait untuk terus menerus bahu membahu dalam membangun ketangguhan dimasing-masing tingkatan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan sesuai dengan prinsip bahwa bencana adalah urusan kita semua bukan hanya urusan BPBD saja. Beliau juga berterima kasih karena Islamic Relief sudah diberikan kesempatan untuk dapat berkontribusi pada pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sigi.
 
 
Sementara itu, Pjs. Bupati Sigi dalam sambutannya mengatakan bahwa urusan kebencanaan merupakan urusan semua elemen mulai dari Pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Islamic Relief ini harus didukung bersama untuk membangun kepedulian masyarakat pada pengurangan risiko bencana terutama di Kabupaten Sigi yang merupakan daerah yang rawan akan bencana.
Pjs. Bupati berharap agar dokumen kajian ini dapat diterapkan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menindak lanjutinya. Dokumen ini harus menjadi basis data, informasi dan kajian yang dijadikan acuan untuk mengembangkan perencanaan strategis penanggulangan bencana maupun pembangunan, dan dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berperspektif pengurangan risiko bencana sehingga kedepan Kabupaten Sigi dapat mengantisipasi bencana.
 
 
Beliau juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Yayasan dan Organisasi yang telah memberi bantuan kemanusiaan baik materi maupun peningkatan kapasitas Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sigi selama ini.