Previous Next

Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, gencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan stop stunting

SIGI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sigi, gencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan stop stunting yang diperuntukan bagi pasien penderita gizi buruk dan ibu hamil.

Kampanye Germas dan stop stunting itu dilaksanakan di Puskesmas Marawola pada Sabtu, (29/8/2020) Pagi, dengan diawali senam bersama para perawat/bidan yang diikuti puluhan peserta senam. 

Kepala Bidang UKM pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sigi, Rika F. Sakaruddin mengungkapkan, kampanye germas dan stop stunting ini salah satunya difokuskan terhadap para remaja putri yang bertujuan untuk kesehatan tubuh agar tidak menderita anemia serta diharapkan kedepannya ketika melahirkan, kondisi bayi dan ibunya sangat bagus dalam artian bayi tidak menderita stunting.

"Ini merupakan Germas yang pertama selama masa pandemi, diwilayah Kecamatan untuk di Kabupaten Sigi," ucap Rika.

Kecamatan marawola sendiri menurutnya, sudah dilakukan intervensi serta penguatan kegiatan intervensi spesifik dan sensitif, dimana angka stunting di Kabupaten Sigi ditahun ini sudah mengalami penurunan, dengan presentase dalam perhitungan bulan februari sekitar 18 % (Persen). 

"Kami juga melaporkan kepada Bapak Bupati bahwa pada bulan agustus ini, merupakan bulan terakhir dan nanti akan dilakukan penilaian untuk penanganan angka stunting di Kabupaten Sigi, khususnya untuk aksi satu dan aksi empat," terangnya.

Berdasarkan data setelah kasus yang ada di Kabupaten Sigi untuk wilayah Kecamatan Marawola, dimana angka presentase yang tertinggi berada di desa Lebanu.

Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Irwan dalam sambutannya mengatakan stunting atau sering disebut kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 (Tahun) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Oleh sebab itu, pencegahan stunting dimulai dari penanganan anemia pada remaja putri.

Dikatakan Mohamad Irwan, sebelumnya sejak tahun 2018 sebelum gempa, Pemda sudah mendorong penguatan, dimana terdapat tiga Kecamatan yang ada dibeberapa desa. Dimana rata-rata berada bagian daerah pegunungan. Misalnya, wilayah Kec. Pipikoro dan Kec. Marawola Barat bagian pegunungan, serta sebagian lainnya ada diwilayah Kec.Tanambulava.

"Upaya langkah dan tindakan yang telah dilakukan Pemerintah, dimana kami sudah membentuk tim gugus bersama Dinas OPD terkait melalui program-program penguatan yang tentunya sudah dilaksanakan untuk penguatan stunting itu sendiri," ujar Bupati.

Disamping itu, terkait akses perbaikan jalan, dimana penguatan program dari keperluan air bersih sanitasi dan lain-lain, Pemerintah Kab.Sigi selalu antisipasi. Kemudian dari kesehatan memang sudah ada program khusus, yang memang melalui pihak puskesmas dengan bidang yang terkait, sudah bergerak untuk mendorong penguatan Stunting melalui penyuluhan, penyampaian terkait dengan penguatan gizi, ibu hamil yang akan melahirkan dan itu semua akan diatur gizinya dipuskesmas, termasuk juga posyandu yang sudah bergerak.

Semoga di tahun 2021 semua bisa selesai dan menjadi salah satu bagian dari percontohan locus dari pusat dan angka tersebut akan mengalami penurunan. 

"Harapan saya ditahun 2021-2022 kita bebas Stunting sesuai target dan rencana. Dan juga terhadap Dinas terkait yang dalam hal ini Dinas PMD melalui kepala desa, dengan adanya program makanan tambahan serta pemberian vitamin dan dari mereka ada sedikit nilai untuk menggaji para kader posyandu walaupun belum cukup tetapi ada nilai kebersamaan didalamnya" Pungkas Mohamad Irwan.

Kampanye Germas kali ini juga dirangkaikan dengan peresmian/pengguntingan pita oleh Bupati Sigi, untuk gedung satu ruangan Therapeutic Feeding Centre (Pusat Pemulihan Gizi) yang disaksikan langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab.Sigi Anwar, Camat Marawola Nuzuluddin, Kabid UKM pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dr. Rika F. Sakaruddin, Kepala Puskesmas Marawola serta para perawat dan bidan yang bertugas di puskesmas marawola.